Wednesday, June 1, 2011

Botol Susu Bikin Gigi Bayi Rusak

Liputan6.com, New Delhi: Belakangan ini kasus kerusakan gigi pada bayi telah meningkat secara dramatis dan yang paling parah terjadi di Australia. Menurut Children's Hospital di Westmead, satu-satunya penyebab kerusakan gigi bayi adalah menyusui dengan botol.

Kepala Rumah Sakit Layanan Kesehatan Gigi, Profesor Richard Widmer, membenarkan jika menyusui dengan botol bisa merusakkan gigi, Senin (21/3).

Lalu bagaimana botol bisa menyebabkan gigi bayi rusak? Salah satu kesimpulannya adalah dengan menyalahkan botol susu. Namun kenyataannya botol bayi bukanlah penyebab kerusakan gigi bayi. Penyebab utamanya adalah minuman manis yang terus menerus di dalam mulut.

Sebagian besar waktu bayi tidur dengan botol di mulutnya. Kandungan gula dari minuman ini jika ada dalam waktu yang lama di dalam mulut bayi akan mendorong meningkatnya konsentrasi bakteri.

Bakteri ini yang perlahan-lahan menyerang gigi dan mengikis enamel. Lubang-lubang kecil di gigi ini diciptakan bakteri dan menyebabkan kerusakan gigi seperti copotnya gigi lebih awal. Gigi atas depan biasanya yang terkena dampak yang terburuk.

Kerusakan gigi bayi inilah yang dapat menjadi salah satu masalah utama untuk pertumbuhan gigi lebih lanjut di masa depan.

Berikut cara mencegah kerusakan gigi akibat botol bayi:

1. Air: Setiap kali dia minum susu atau jus, pastikan untuk memberinya cukup air untuk mencuci dari sisa-sisa makanan. Ini akan mencegah konsentrasi bakteri mulut.

2. Bersihkan gigi: Setelah dia telah mengonsumsi minuman manis, seka mulutnya dengan kain bersih basah atau sikat gigi bayi.

3. Minum dengan makan: Pastikan untuk memberinya minuman berkadar gula bersama dengan makanan. Ini tidak memungkinkan bakteri menempel pada gigi. Banyak sayuran hijau akan menjadi agen yang baik untuk menjaga gigi bersih dan sehat.

4. Minum susu saat tidur: Hindari memberikan anak botol bayi pada waktu tidur. Dia tidak harus tidur dengan botol di mulutnya. Jika ia memiliki kebiasaan itu, ganti minuman manis dengan air.

Sumber: http://kesehatan.liputan6.com

No comments: