Monday, May 23, 2011

Saat Anak Diare

Salah satu gangguan atau penyakit yang sering menyerang anak-anak adalah diare. Seperti Azkia, tiga hari yang lalu azkia terserang penyakit ini. Duh bingung sekali rasanya, diberi apa ya enaknya???? coba diberi nasi langsung dimuntahin, diberi susu formula tambah parah diarenya. Akhirnya setelah tanya ke mbah Google, anak yang sedang diare untuk sementara waktu jangan diberi susu formula dan jangan diberi makanan yang sulit dicerna. Langsung dipraktekkan nih sama bundanya,,,,,bikin bubur saja deh,,,,dan alhamdulillah azkia mau, diare pun lenyap....

Sedikit penjelasan tentang diare. Diare adalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi buang air besar dari biasanya, yang disertai perubahan bentuk konsistensi tinja dari penderita.

Penyebab diare

  • Virus merupakan penyebab tersering penyakit diare
  • Bakteri
  • Parasit
  • Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain
  • Keracunan makanan/alergi makanan
  • Infeksi virus dari usus

Gejala diare

  • Buang air besar yang menjadi sering ( watery,berbusa, tidak ada lendir, berbau asam )
  • Frekuensi buang air besar melebihi normal ( tiga kali berturut-turut atau lebih dalam sehari )
  • Kotoran encer
  • Sakit perut/kejang perut
  • Demam dan muntah pada beberapa kasus

Penularan diere

Adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung, seperti :

  • Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh tangan yang kotor
  • Penggunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memesak air dengan benar
  • Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat yang dipegang

Komplikasi yang ditimbulkan akibat diare

  • Badan lemas.
  • Dehidrasi ditandai dengan mata cekung, kulit tidak elastis, sedikit buang air kecil.

Waktu diare, kemampuan menyerap nutrisi pada anak akan menurun jadi tidak boleh memberikan sembarangan makanan pada anak. Yang terbaik adalah memberikan makanan yang mudah tercerna terutama bubur.

Terganggunya penyerapan nutrisi pada anak yang sedang diare dipicu oleh gerakan usus yang terlalu cepat. Saat makanan sedang dalam proses pencernaan, usus sudah memaksanya untuk keluar sehingga tubuh tidak sempat menyerap sari-sari makanan dengan optimal.

Karena itu, anak yang sedang diare justru harus meningkatkan asupan makan agar makin banyak nutrisi yang bisa diserap. Pemberian makan jangan ditunda-tunda, karena untuk metabolisme sekalipun tubuh juga butuh energi yang hanya bisa diperoleh dari makanan.

Medical Manager Consumer Health Division Kalbe Farma, dr Helmin Agustina menyarankan untuk memilih makanan yang lunak seperti bubur atau nasi tim. Karena lunak, makanan tersebut mudah dicerna sehingga bisa diserap oleh tubuh dengan lebih cepat.

Sementara itu, jenis makanan yang harus dihindari saat diare adalah makanan-makanan yang rasanya pedas atau merangsang. Di dalam tubuh, makanan-makanan tersebut bisa memicu gerakan peristaltik usus sehingga menjadi lebih cepat dan memperparah diare.

Susu formula juga termasuk pantangan bagi anak yang sedang diare, karena mengandung laktosa yang bisa memperparah diare. Bahkan setelah diare berhenti, pemberian susu formula sebaiknya dilakukan secara bertahap mulai dari yang paling encer.

Jika diarenya tidak kambuh ketika diberi susu formula yang encer, takarannya bisa ditingkatkan sedikit demi sedikit menjadi lebih kental. Demikian seterusnya, sehingga perut anak punya kesempatan untuk beradaptasi dengan laktosa dalam susu yang diminumnya.

Sumber: http://tipsehat.com, www.blogsehat.com

No comments: